• info@ucy.ac.id
  • 0274-372274 (Hunting)
News Photo

Spin Off Bank Syariah, Siapa Takut?

Fakultas Ekonomi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (FE-UCY) menggelar webinar bertajuk 'Spin Off Bank Syariah, Siapa Takut?' pada 18 Desember 2021. 

Webinar dipandu oleh Kaprodi Akuntansi UCY Leo Dadyo Pamungkas SE., MM., MAk dan dihadiri Rektor UCY Ciptasari Prabawanti SPsi MSi PhD. Webinar menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Prof. Dr. H. Muhammad MAg (Pakar Ekonomi Syariah/Ketua DMI DIY), Edi Setiadi SE MM (Konsultan Perbankan Syariah dan Dosen UI Jakarta/Indonesia Banking School LPPI) dan Hanan Wihasto, SE., MM (Dekan Fakultas Ekonomi UCY dan Dosen Praktisi Perbankan).

Webinar ini menyoroti Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Di pasal 68 UU tersebut dijelaskan bahwa Bank Umum Konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) yang nilai asetnya telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai aset bank induknya atau 15 tahun sejak berlakunya UU ini, maka Bank Umum Konvensional dimaksud wajib melakukan pemisahan (spin off) UUS tersebut menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Ini berarti batas akhir untuk spin Off adalah 2023.

Reaksi atas ketentuan spin off awalnya memperoleh sambutan positif dan suka cita oleh industri. Menurut Hanan Wihasto, "Tetapi masalah muncul saat akan mengeksekusi spin off. Seperti biaya untuk proses spin off besar, induk tidak bisa meninggalkan begitu saja pasca spin off, tidak ada insentif dari pemerintah, size bank setelah spin off mengecil secara bisnis, bank induk kehilangan aset dari bank yang di-spin off". Jika spin off dipaksakan akan timbul masalah, seperti menanggung sepenuhnya modal sendiri, menjadi bank dengan modal relatif kecil, terpisah dalam berbagai aspek strategis dengan bank induknya. Selain itu infrastruktur seperti IT ditanggung sendiri, limit plafond pembiayaan lebih kecil daripada saat menjadi unit usaha syariah. Hubungan dengan bank induk yang semula sistem bussines unit menjadi aliansi strategis dengan entitas yang terpisah. "Karena biaya proses spin off juga besar dan kenyataannya bank yang sudah spin off pun bukannya menjadi lebih baik, maka menurut saya solusinya amandemen Undang-Undang Nomor 21/2008 tentang perbankan syariah itu, dan ubah dari wajib spin off menjadi tidak wajib spin off atau tunda tenggat waktunya menjadi tahun 2028 atau 2033 sekalian," kata Hanan. 

Prof Muhammad mengatakan perlunya insentif bagi Bank Induk dari Unit Usaha Syariah (UUS). Selain itu perlu didorong dan dibimbing untuk tetap melaksanakan UU 21/2008 tentang spin off. Sedangkan Edy Setiadi, menuturkan, UU menyebut wajib spin off tahun 2023. Semua unit usaha syariah wajib spin off di tahun tersebut dan bagi yang tidak melakukannya tutup usahanya serta seluruh asetnya dimasukkan ke bank syariah milik Pemerintah yaitu BSI.

Share This News

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan. Semua Prodi di UCY terkreditasi B.